Bertahun-tahun hilang, Ayu Selisha ditemukan sudah jadi kerangka di dalam septic tank. Kisah dugaan pembunuhan seorang perempuan di Kasihan Bantul pada sekitar tiga tahun lalu ini membuat geger.
Kerangka perempuan yang akrab disapa Sheli itu ditemukan di dalam septic tank rumah mertuanya di Dusun Karangjati, Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, 22 Desember 2019.

Misteri Hilangnya Sheli
Sheli menikah dengan seorang pria asalĀ  Sbobet Bantu, Edi Susanto, pada 2006. Setelah berkeluarga, Sheli tinggal di rumah mertuanya di Dusun Karangjati, Bangunharjo, Kasihan, Bantul.

Namun sejak 2010, keluarga tak pernah lagi mendengar kabar Sheli. Ibu Sheli, Anik Maidarningsih, berulang kali menanyakan keberadaan anaknya kepada menantu dan besannya.

“Ya bilangnya pergi, yang bilang keluarga sana (Edi). Tapi tidak pernah cerita pergi ke mana, cuma bilang Sheli pergi bawa uang Rp 300 ribu,” kata Anik saat ditemui di rumahnya di Kampung Badran, Bumijo, Jetis, Kota Jogja, Kamis 26 Desember 2019.

Keluarga terus mencari Sheli hingga bertahun-tahun berlalu. Namun hasilnya nihil.

“Sudah ada usaha mencari Sheli, sejak 2009, 2010, 2011, 2012 dan pertengahan 2013. Tidak ada kabar apapun,” kata ayah tiri Sheli, Dwi Tedjo Pamungkas, di Badran, Jogja.

Teka-teki Mulai Tersibak
Misteri hilangnya Sheli baru tersibak setelah suaminya, Edi Susanto, tewas gantung diri pada 10 November 2019. Sebelum bunuh diri, Edi meninggalkan Situs Slot Gacor secarik surat tulisan tangan berbahasa Jawa.

Salah satu pesan dalam surat itu menyatakan kepergian Edi untuk ‘menyusul’ istrinya. Dari surat itulah teka-teki menghilangnya Sheli mulai terjawab, yaitu sudah meninggal.

Kerangka Sheli di Septic Tank
Hampir 1,5 bulan setelah Edi Susanto tewas, tepatnya pada Minggu sore, 22 Desember 2019, polisi menerima laporan adanya penemuan kerangka manusia dari warga yang sedang memperbaiki rumah di Dusun Karangjati, Kasihan, Bantul.

“Sekitar pukul 16.30 WIB ada laporan warga bahwa di septic tank rumah warga Karangjati ditemukan kerangka. Jadi pas mau diperbaiki malah menemukan kerangka,” kata Kapolsek Kasihan Kompol Y Tarwoco, Minggu 22 Desember 2019 malam.

Dari hasil autopsi, yang dilakukan dua hari setelah penemuan kerangka, polisi mengatakan kerangka itu berjenis kelamin perempuan, usia di antara 20-40 tahun, dengan tinggi badan 153-163 cm. Pada hari yang sama, polisi mendatangi keluarga Sheli.

Akhirnya polisi mengungkap kerangka itu dipastikan Sheli dari dua barang yang masih melekat pada kerangkanya. Dua barang itu dikenali oleh orang tua Sheli.